Menu 

Kebidanan Unissula Perkuat Komitmen Pernikahan Warga Demak

Thursday, December 6th, 2018 | Dilihat : 21 kali

(22) Sosialisasi Nikah

Dosen Kebidanan Unissula memberikan bimbingan perkawinan di KUA Kecamatan Demak yang diikuti 50 calon pengantin (22/11). Materi yang diberikan adalah pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan keluarga. Mereka adalah Machfudloh SSiT MHKes, Noveri Aisyaroh SSiT MKes, Muliatul Jannah SSiT Biomed, dan Hanifatur Rosyiah.

Menurut Machfudloh menjaga kesehatan reproduksi keluarga adalah bagian penting dalam mendukung mewujudkan keluarga sakinah (tentram). “Kesehatan reproduksi merupakan salah satu pilar keluarga sakinah, apabila kesehatan reproduksi terganggu maka kehidupan keluarga dapat mengalami masalah. Oleh karenanya sejak dini calon pengantin dibekali pengetahuan tentang kesehatan keluarga maupun kesehatan reproduksi dan relasi hubungan seksual dalam Islam sehingga setara dan bermartabat” Kata Machfudloh.

Adapun metode yang digunakan dalam penyampaian materi adalah diskusi yaitu para calon pengantin diajak berdiskusi tentang 1) Arti sehat,  arti kesehatan reproduksi,  perbedaan organ,  fungsi,  masa dan dampak reproduksi pada laki-laki dan perempuan, 2) Hak dan kewajiban reproduksi laki-laki dan perempuan,  3) Keluarga berencana,  dan 4) Tuntunan Islam terkait masa reproduksi dan KB.

Pasangan calon pengantin bahwasannya harus paham bahwa sehat itu tidak hanya sehat secara fisik saja,  namun mencakup mental,  sosial,  finansial,  intelektual,  seksual,  spiritual dll sehingga sehat didunia maupun sehat pula diakherat.

Menurutnya organ reproduksi yang lebih beresiko adalah organ reproduksi perempuan. “Untuk itu baik suami maupun istri harus sama-sama mengetahui perbedaannya agar dapat saling memahami dan bekerjasama dalam menghadapi masa reproduksi. Laki-laki diharapkan bisa mempunyai pengertian dan bersikap (supportif/mu’asyaroh bil-ma’ruf/saling memperlakukan pasangan dengan baik dan layak) ketika seorang istri sedang menjalani masa menstruasi,  hamil,  melahirkan,  dan memberi asi”. Lanjut dosen kebidanan sekaligus Kaprodi D3 kebidanan tersebut.

Selain  itu, setiap hubungan seksual suami-istri apakah ingin berakhir dengan kehamilan atau tidak harus dibicarakan secara terbuka, begitupun juga dalam mempertimbangkan dan memilih alat kontrasepsi. Pasangan suami-istri harus mempersiapkannya sedini mungkin, dan mengetahui tujuan dari KB. Tujuan melakukan KB pada dasarnya adalah menghindari, mendapatkan,  mengatur, mengontrol dan menentukan jumlah kelahiran.

Kehidupan yang sehat,  nyaman, dan bersih merupakan kondisi ideal yang diidam-idamkan. Karena itu pemahaman akan pola hidup sehat menjadi penting bagi semua orang,  terutama bagi mereka yang akan menikah. Pemahaman yang baik dan kemudian dilanjutkan dengan implementasi yang baik setelah menikah diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pembentuk keluarga sehat yang harmonis dan penih kasih sayang.

Sementara itu kepala KUA kecamatan Demak  Ahmad Afifudin SAg mengatakan “KUA Demak dalam memberikan bimbingan perkawinan mandiri sudah terjadwal yaitu setiap hari senin setiap pekannya. Dimana yang memberikan materi adalah para penyuluh dari KUA Kecamatan Demak. Dengan bergabungnya tim pengabdian masyarakat dari para dosen Kebidanan Unissula yang paham di dibidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana dan sekaligus sebagai fasilitator dari Kementrian RI, diharapkan para calon pengantin lebih komplit mendapatkan bekal informasi untuk menjalani rumah tangga kedepannya. Mewujudkan keluarga yang kokoh dan tangguh memerlukan ikhtiar sungguh-sungguh.” Pungkas Afifudin.

Related News