Menu 

LPPM Unissula Dorong Inovasi Dosen, Hadirkan Produk Detergen Antinajis Mughallazah

Monday, April 27th, 2026 | Dilihat : 13 kali

(27) Detergen Mughallazah

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) terus mendorong para dosen untuk menghasilkan berbagai produk inovasi berbasis riset. Upaya tersebut dinilai penting dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Komitmen itu juga diwujudkan melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi. Unissula menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta ICMI Organisasi Wilayah Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kuliah bersama Kepala BRIN bertajuk penelitian berdampak di bidang energi, pangan, dan pengentasan kemiskinan yang digelar pada Jumat (24/4/2026).

Salah satu hasil inovasi dosen Unissula yang masuk dalam katalog produk inovasi adalah detergen cair antinajis mughallazah. Produk ini dikembangkan oleh dosen Fakultas Farmasi, Dwi Endah Kusumawati  SSi MSi dan Dina Fatmawati SSi MSc.

Detergen tersebut dirancang sebagai solusi pembersihan najis mughallazah pada pakaian tanpa meninggalkan noda baru pada serat kain. Selain itu, produk ini bersifat ramah lingkungan karena menggunakan surfaktan methyl ester sulfonate (MES) dan agen pembusa alami. Produk ini juga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri yang berasal dari liur anjing.

Produk detergen antinajis mughallazah ini ditujukan bagi profesi dengan risiko tinggi terpapar najis berat, seperti dokter hewan, pegawai restoran, pegawai pet shop, serta peneliti.

Dari sisi komposisi, detergen ini mengandung surfaktan ramah lingkungan MES (Metil Ester Sulfonat), tanah lempung seperti bentonit dan kaolin, foam booster alami, pengemulsi dan antirediposisi, agen builder, penurun tegangan permukaan, pengharum, pewarna, serta air.

MES dikenal sebagai surfaktan anionik dengan daya busa tinggi dan ramah lingkungan. Sementara itu, kandungan tanah lempung memiliki aktivitas ion exchange yang mampu mengikat ion magnesium (Mg²⁺) dan kalsium (Ca²⁺) dalam air, sehingga meningkatkan efektivitas busa. Produk ini juga menggunakan builder berupa sodium tripolifosfat (STPP) untuk meningkatkan kemampuan detergen dalam mengangkat dan mengendapkan kotoran.

Inovasi tersebut telah memperoleh perlindungan paten dengan nomor HKI: IDS000005805.

Related News