Menu 

Teliti Beton SCC Mutu Tinggi Berserat Baja, Nur Fithriani Fatma Cholida Raih Gelar Doktor

Monday, April 27th, 2026 | Dilihat : 10 kali

WhatsApp Image 2026-04-27 at 11.04.20

Nur Fithriani Fatma Cholida ST MT berhasil meraih gelar doktor.  Ia lulus dalam ujian terbuka doktor di Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Unissula, pada Sabtu (25/4/2026).

Nur Fithriani Cholida merupakan lulusan ke-60 PDTS Unissula. Lulus dengan IPK 3,9 dan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

Dalam ujian tersebut, ia mempresentasikan disertasi berjudul “Perilaku Beton SCC (Self Compacting Concrete) Mutu Tinggi Terkekang (Confined) Berserat Baja terhadap Beban Konsentrik”. Tim penguji terdiri atas Ketua Dewan Penguji  Abdul Rochim ST MT dan promotor Prof Dr Ir Antonius MT. Para anggota penguji antara lain Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA dan Prof Ir Pratikso MST PhD. Pengujia lainnya Prof Dr Henny Pratiwi Adi ST MT, Dr Ir Sumirin MS, dan Prof Dr Eng Rendi Thamrin ST MT.

Dalam penelitiannya, Nur Fithriani menjelaskan bahwa Self Compacting Concrete (SCC) atau beton memadat sendiri memiliki keunggulan utama dalam kemudahan pengerjaan karena tidak memerlukan pemadatan mekanis, sehingga lebih efisien dalam pelaksanaan konstruksi.

Menurutnya penerapan SCC pada beton berserat baja mutu tinggi sangat berguna untuk mengatasi sifat kelecakan beton yang kurang baik. Penelitian ini membahas beton berserat baja terkekang berbasis SCC untuk mengevaluasi perilaku kekuatan dan daktilitasnya.

Penelitian ini menggunakan 48 spesimen penampang bulat dan 18 spesimen penampang persegi, yang diuji terhadap beban konsentrik monotonik. Parameter yang dikaji meliputi volume fraksi serat baja, rasio air-semen (w/c), serta karakteristik tulangan pengekang seperti spasi, rasio volumetrik, tegangan leleh, dan tipe pengekang (spiral dan hoop) khusus untuk penampang bulat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton SCC mutu tinggi berserat baja dapat dicapai dengan penambahan bahan tambah Consol SS-8 minimal 0,6% dari berat semen. Pada rasio air-semen yang sama, kuat tekan beton SCC meningkat seiring bertambahnya volume fraksi serat.

Selain itu, beton SCC berserat baja terkekang menunjukkan pola keruntuhan yang lebih daktail, tanpa kegagalan tiba-tiba saat mencapai beban maupun deformasi maksimum. Hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan struktur dalam menahan beban aksial.

Ia juga menjelaskan bahwa karakteristik tulangan pengekang berperan penting dalam meningkatkan kekuatan (K) dan daktilitas (TI) beton. Pada penampang persegi, konfigurasi sengkang ikat silang dengan rasio volumetrik tinggi serta tegangan leleh tulangan yang besar memberikan hasil optimal terhadap peningkatan performa beton.

Secara umum, sistem pengekangan berbentuk spiral memiliki kinerja lebih baik dibandingkan hoop dalam menghasilkan kekuatan dan daktilitas. Namun, pada kondisi tulangan dengan tegangan leleh tinggi (fy = 544 MPa), hoop menunjukkan kinerja yang lebih unggul.

Nur Fithriani Fatma Cholida ST MT  merupakan Dosen Teknik Sipil Universitas Semarang.

Related News