Menu 

Tim Peacock Komunikasi Unissula Tawarkan Ide Kreatif Perbankan Digital Agar Anak Gemar Menabung

Monday, June 4th, 2018 | Dilihat : 27 kali

Gemar menabung

Tim mahasiswa prodi ilmu komunikasi Unissula Achmad Fachrizzal Aditya, Muhammad Alwani, Adi Awaludin, dan Rifqi Muslim Khilmi yang tergabung dalam kelompok kreatif “Peacock” berhasil meraih lima besar finalis Ideation 2018:banking innovation competition yang diselenggarakan oleh OCBC NISP. Event nasional mengusung tema “Inventing Our Future” tesebut diikuti oleh puluhan tim mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Ideation adalah lomba membuat sebuah inovasi perbankan digital yang diselenggarakan oleh bank OCBC NISP. Peserta diminta untuk membuat video berdurasi tiga menit yang isinya ide tentang inovasi untuk bank. Selanjutnya diupload di Youtube.” Kata Rifqi. Dari puluhan video peserta, dipilihlah 10 besar tim untuk mengikuti workshop dan final event di OCBC Tower Jakarta pada tanggal 22-24 Mei 2018.

Mereka membuat inovasi benama play bank: cara baru, cara anak nabung seru. “kami membuat sebuah aplikasi game edukasi untuk anak-anak agar semangat menabung. Sementara tim lain membuat inovasi bank untuk anak muda, kami coba targetnya untuk anak-anak. Kami ingin mengajak anak-anak untuk rajin menabung.” jelas Rifqi.

Gamenya melibatkan peran orang tua untuk memberikan uang saku kepada anaknya, namun tidak berupa cash, melainkan transfer. Sementara anaknya harus memenuhi tugas-tugas yang telah dilist bersama di aplikasi tersebut. “Istilahnya si anak harus memberikan makan pada virtual pad, dengan cara poin yang telah ia dapatkan setelah mengerjakan tugas-tugas.” “Misalnya seorang anak yang ingin membeli boneka senilai 500.000 ia harus menabung dengan melakukan list pekerjaan yang sudah diberikan orang tuanya. Setiap checklist bernilai poin, sampai nominalnya terpenuhi.” Terang Rifqi

Menurut Alwani, aplikasi ini berangkat dari ide bahwa orangtua seringkali memberi uang saku dengan uang tunai kecil sehingga cenderung cepat habis. “Jika uangnya berupa digital, maka harus ada usaha untuk mencairkannya. Kami ingin mengajak anak-anak untuk mandiri.” Ungkapnya.

Ide mereka mendapatkan apresiasi dari panitia sehingga 10 besar diundang untuk mengikuti workshop dan pelatihan. “Disini kami ditantang untuk mematangkan ide. Karena ide pertama dianggap masih mentah, sehingga perlu dirombak lagi.” Kata Alawani. Selama workshop, para peserta didampingi oleh mentor yang berasal dari Singapura. Materi pelatihan di antaranya tentang banking, technologi dan phototyping, teknik presentasi, peaching, dan lain-lain”

Mereka bersyukur mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari event tersebut, dan bisa mengharumkan nama Unissula. “Alhamdulillah mendapatkan banyak ilmu baru dalam perbankan. Bank menganjurkan peredaran uang secara cashless, karena lebih aman. Maka di aplikasi kami ada fitur plan sehingga menghindari konsumerisme yang berlebihan.” Tutur Alwani.

Related News