Menu 

Cyber Berperan dalam Pembentukan Karakter

Thursday, June 30th, 2011 | Dilihat : 409 kali

Kehadiran cyber menjadi paradigma baru pada berbagai bidang, antara lain perbankan, industri, pemerintahan, dan pendidikan.  

Hal ini menjadi tantangan dan harapan baru bagi semua pihak dalam menyikapi perkembangan dunia maya. Sebab membawa dampak positif dan negatif pada masyarakat. Hal ini menjadikan dunia cyber mempunyai peran cukup signifikan dan penting dalam membentuk karakter generasi yang khaira ummah.

”Terutama dunia remaja yang masih senang coba-coba hal baru. Di dunia maya, semua itu ada,” kata Pemimpin Redaksi Cyber News Setiawan Hendra Kelana pada seminar nasional ”Menyiapkan Generasi Khaira Ummah yang Kreatif dan Komunikatif di Era Cyber di Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung, Selasa (28/6).

Menurut dia, cyber mempunyai peran dan keuntungan tersendiri di banding dengan media lain. antara lain, lebih leluasa memilih informasi, informasi yang tersimpan mudah diakses kembali.  Hendra mengatakan, media cyber memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat.

”Jadi informasi yang disampaikan haruslah tepat dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya. Konten-konten yang ada, tambah dia, akan memengaruhi masyarakat pengakses atau pengguna internet.

”Sosial media yang makin marak bisa menjadi rujukan bagi masyarakat untuk menjalin komunikasi dengan teman atau sesorang. Namun itu juga harus diwaspadai sebab juga bisa membawa dampak yang negatif bagi pengguna sosial media,” tandas Hendra. Ia menekankan,hal yang harus diwaspasdai adalah pornografi. 
”Sebab pornografi sangat mudah diakses di dunia maya. Mengingat dunia maya luas dan tersedia segala sesuatu termasuk pornografi,” kata dia. 

Lalu, tambahnya, perjudian juga terjadi di dunia maya. Karena itu, anak muda harus betul-betul dibentengi dengan pengetahuan tentang dunia maya yang sehat dan pengetahuan agama.
Head of Binus TV Donny de Keizer mengatakan, era cyber merupakan era dunia tanpa sekat dan batas, sehingga semua kalangan umur, golongan dapat masuk ke dalamnya tanpa larangan. 

”Kita harus bijaksana dalan memilih dan memilah informasi. Jadikan diri kita sebagai pengendali sikap,” pintanya kepada 100 peserta seminar yang terdiri atas mahasiswa dan pelajar itu.

Generasi muda, tambahnya, harus bersikap terbuka dan jangan takut dengan perubahan. ”Semua akan berubah, termasuk diri kita. Yang tidak berubah ya perubahan itu sendiri,” tutur Donny. 
Menurut ketua panitia Made Dwi Adyani, kegiatan dimaksudkan agar mahasiswa dan pelajar bisa lebih melek teknologi.  ”Yang paling penting mempersiapkan generasi yang kahira ummah dan amar makruf nahi mungkar,” kata Made. (adj-61)

 

Sumber : www.suaramerdeka.com

Related News