Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Sultan Agung, Thuba Fahmi Ubaidillah, sukses melaksanakan ujian skripsi pada Kamis, 7 Mei 2026, yang diselenggarakan di Ruang Rapat 1 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Unissula.
Ujian ini menjadi salah satu tahapan akhir dalam menyelesaikan studi sarjana sekaligus menjadi momen penting bagi Thuba dalam mempresentasikan hasil penelitian ilmiah yang telah ia susun selama beberapa bulan terakhir.
Dalam sidang tersebut, Thuba memaparkan skripsi berjudul “Pengaruh Terpaan Konten Meme terhadap Kepekaan Sosial dan Critical Thinking Mahasiswa di Kota Semarang.”
Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya konsumsi meme di berbagai platform media sosial oleh kalangan mahasiswa.
Di tengah derasnya arus informasi digital, meme hadir tidak hanya sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai medium komunikasi visual yang sarat akan kritik sosial, satire, opini publik, hingga refleksi terhadap realitas sosial yang sedang berkembang.
Yang membuat penelitian ini menarik adalah akar gagasannya yang lahir dari forum akademik internasional Falling Walls Lab Kuala Lumpur, yang sebelumnya diikuti oleh Thuba sebagai delegasi mahasiswa Indonesia. Dalam ajang tersebut, ia membawakan ide bertajuk “Breaking the Wall of Igniting Critical Thinking Through Memes.”
Melalui presentasi tersebut, Thuba mengangkat gagasan bahwa budaya meme memiliki potensi sebagai alat komunikasi alternatif untuk menjembatani kesenjangan literasi politik di kalangan generasi muda.
Berangkat dari respons positif yang diterimanya pada forum internasional tersebut, Thuba kemudian mengembangkan gagasan awalnya menjadi penelitian akademik yang lebih mendalam dengan fokus pada mahasiswa di Kota Semarang.
Ia melihat bahwa meme memiliki kekuatan komunikasi yang unik karena mampu menyampaikan pesan kompleks secara sederhana, cepat dipahami, dan mudah tersebar melalui media sosial.
Dalam penelitiannya, Thuba menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 400 mahasiswa di Kota Semarang.
Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak statistik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana terpaan meme dapat memengaruhi dua aspek utama mahasiswa, yakni kepekaan sosial dan kemampuan berpikir kritis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan meme terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepekaan sosial mahasiswa dengan kontribusi sebesar 49,3%.
Temuan ini menunjukkan bahwa meme mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu sosial, mendorong empati, serta memperkuat sensitivitas mereka terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa terpaan meme berpengaruh positif terhadap kemampuan critical thinking mahasiswa dengan kontribusi sebesar 28,1%.
Hasil ini mengindikasikan bahwa paparan meme yang memuat satire, kritik, maupun interpretasi sosial dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih analitis, menafsirkan pesan secara mendalam, serta mengevaluasi informasi yang diterima secara lebih kritis.
Dalam presentasinya di hadapan tim dosen penguji, Thuba menegaskan bahwa penelitian ini menunjukkan perubahan fungsi meme di era digital.
Jika selama ini meme lebih banyak dipandang sebagai konten hiburan semata, hasil penelitiannya membuktikan bahwa meme telah berkembang menjadi salah satu bentuk komunikasi digital yang memiliki dampak sosial dan intelektual yang nyata.
Ia juga menjelaskan bahwa penelitian ini didasarkan pada teori Uses and Gratifications dan Media Exposure, yang menjelaskan bahwa mahasiswa sebagai audiens aktif memilih media sesuai kebutuhannya, serta bahwa intensitas paparan media dapat memengaruhi cara berpikir dan respons sosial seseorang.
Pelaksanaan ujian skripsi berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para dosen penguji memberikan berbagai masukan konstruktif terkait pengembangan kajian komunikasi digital, sekaligus mengapresiasi kebaruan topik penelitian yang dinilai relevan dengan dinamika media sosial saat ini.
Bagi Thuba, ujian skripsi ini bukan hanya menjadi penutup perjalanan akademiknya di bangku kuliah, tetapi juga menjadi bukti bahwa ide yang lahir dari forum akademik internasional dapat diolah menjadi penelitian ilmiah yang aplikatif dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide-ide kreatif menjadi karya ilmiah yang bermanfaat, serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru mengenai peran budaya digital dalam membentuk pola pikir dan kesadaran sosial generasi muda di Indonesia.













