Menu 

224 Apoteker Baru Unissula Disumpah

Thursday, April 30th, 2026 | Dilihat : 0 kali

IMG-20260430-WA0055

224 apoteker baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Farmasi Unissula mengikuti sumpah profesi apoteker. Diselenggarakan di Gedung Auditorium Unissula, Kamis (30/4/2026). Sehingga saat ini Unissula telah meluluskan 1.277 apoteker yang sudah tersebar di wilayah Indonesia.

“Para apoteker yang hari ini disumpah, menurut saya sangat potensial. Karena Fakultas Farmasi Unissula telah terakreditasi Unggul dan profesi apoteker juga terakreditasi Unggul yang pertama di Jawa Tengah. Juga secara konsisten terus menerus meluluskan para apotekernya, sehingga semua apoteker Unissula telah terserap di pasar kerja,” jelas Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH.

Prof Gunarto juga berpesan, sebagai apoteker baru memiliki tugas untuk sukses dan bermanfaat bagi umat manusia. “Tugas selanjutnya yaitu selalu meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu berbuat baik kepada manusia dan kedua orang tua, kepada profesi apoteker, dan kepada bangsa Indonesia,” jelasnya.

“Maka sumpah apoteker ini adalah momentum untuk meminta maaf dan mengucapkan terima kasih atas seluruh cucuran keringat dan doa orang tua yang tulus. Sehingga saat ini bisa mengikuti sumpah apoteker,” lanjutnya.

Adapun perwakilan Kolegium Farmasi Indonesia Prof Dr apt Sri Hartati Yuliani MSi menyatakan kelulusan Uji Kompetensi adalah cerminan kesiapan minimal. Bukan jaminan kesiapan menghadapi realitas pekerjaan, dimana merupakan pintu masuk dan bukan tujuan akhir. “Ketika berada di masyarakat maka akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks lagi. Di situ akan diuji kompetensi dan integritas sebagai seorang apoteker,” jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan sebagai apoteker harus memahami sistem pemenuhan SKP tanpa mengikuti Uji Kompetensi ulang. Aktif mengikuti informasi resmi dari Kolegium Farmasi. “Kemudian berkontribusi dalam program prioritas Kemenkes seperti dalam penanggulangan TBC dan pelayanan kesehatan preventif, dan bersedia mengabdi di daerah yang masih membutuhkan tenaga apoteker mengingat masih adanya kesenjangan tenaga kefarmasian di Indonesia,” jelasnya

 

Related News