Menu 

Ekonomi Unissula tanda tangani MoU dengan BMT Se Jateng

Thursday, August 18th, 2016 | Dilihat : 332 kali

BMT

Fakultas Ekonomi Unissula mengadakan penandatangan MoU dengan perhimpunan BMT Indonesia majelis pengurus wilayah Jawa Tengah (11/8) bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang. Fihak Fakultas Ekonomi di wakili dekan Olivia FAchrunisa PhD dan Sekretaris Perhimpunan BMT Indonesia Wilayah Jawa  Bapak Jusuf SE MM.

Dengan penandatanganan MoU tersebut mempermudah mahasiswa untuk melakukan pemagangan dan mengaplikasikan semua ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dan mempelajari detail tentang seluk beluk standar kerja yang profesional. Pengalaman ini kemudian menjadi bekal dalam menjalani jenjang karir yang sesungguhnya. Selain itu mahasiswa juga dapat menambah wawasan mengenai dunia industri dan meningkatkan keterampilan serta keahlian praktek kerja.

Menurut Olivia alasan pemilihan BMT adalah BMT merupakan salah satu lembaga keuangan syariah alternatif yakni lembaga yang tidak hanya berorientasi bisnis namun juga sosial. BMT merupakan lembaga yang tidak melakukan pemusatan kekayaan pada sebagian kecil orang pemilik modal (pendiri) dengan penghisapan pada mayoritas orang, tetapi lembaga yang kekayaannnya terdistribusi secara merata dan adil. BMT merupakan lembaga yang terlahir dari kesadaran umat dan ditakdirkan untuk menolong kelompok mayoritas yakni pengusaha kecil/mikro. Hal ini sesuai dengan visi misi Unissula yaitu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui rekonstruksi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berdasarkan nilai nilai Islam.

“Keberadaan BMT merupakan representatif dari kehidupan masyarakat dimana BMT itu berada, dengan jalan ini BMT mampu menyentuh kepentingan ekonomi masyarakat. Peran umum BMT yang dilakukan adalah melakukan pembinaan dan pendanaan yang berdasarkan sistem syariah. Keberadaan BMT ini diharapkan mampu untuk berperan aktif dalam memperbaiki kondisi masyarakat yang sebagian harus menghadapi rentenir-rentenir yang nantinya masyarakat akan terjerumus pada masalah ekonomi”. Ungkapnya.

Related News