Menu 

UNISSULA MEMANTAPKAN PROGRAM TWIN UNIVERSITY DENGAN USMBA MAROKO

Thursday, June 16th, 2011 | Dilihat : 363 kali

 

Delegasi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada hari minggu kemarin (12/6) bertolak menuju Maroko untuk menindaklanjuti kerjasama Twin University yang telah diikrarkan oleh UNISSULA dan Universitas Sidi Mohammed ben Abdallah Fes,Maroko pada akhir tahun lalu. Kunjungan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan dimana sebelumnya pada Juni tahun lalu Delegasi Unissula yang dipimpin oleh Rektor Unissula Prof. Laode M Kamaluddin dengan difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Maroko berkunjung ke empat Universitas Terkenal di Maroko dan melakukan penandatangan kerjasama.

 

Delegasi yang berangkat kali ini dipimpin oleh Wakil Rektor I Drs. Widiyanto, M.Si, Ph.D, berserta Delegasi yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. S. Imam Wahyudi, DEA selaku Kepala Badan Kerjasama dalam dan Luar Negeri serta pimpinan dari Fakultas Kedokteran Unissula yaitu  Dr.dr.H. Taufiqqurahman R. Nasikun, Sp.And, dr. Iwang Yusuf,M.Kes, dr. Pujiati Abas, Eni Widiyati, M.Si, Anna Chalimah Sa’diyah, Putri Rkhimah dan Atina Husana

 

Kedatangan delegasi UNISSULA akan disambut oleh Kedutaan Republik Indonesia di Rabat dengan  undangan jamuan makan malam dari Bapak Tosari Wijaya, Duta Besar RI untuk Maroko. Selanjutnya 14-17 Delegasi akan berkunjung ke Universitas Sidi Mohammed ben Abdallah (UMBA) di Kota Fes guna membahas kelanjutan kerjasama  program Twin University yang sudah ditandatangani oleh kedua Universitas ini dan diawal ini kerjasama yang akan dilakukan adalah anatra Fakultas kedokteran dari kedua Universitas terebut.

 

Fakultas Kedokteran Unissula akan melakukan studi banding tentang pembelajaran dan kesetaraan kurikulum dengan Fakultas Kedokteran USMBA yang hasilnya nanti dapat  digunakan dalam penukaran pelajar antar kedua Fakultas Kedokteran ini. Selain itu kedua Fakultas Kedokteran ini juga membicarakan tentang peningkatan penggunaan obat-obatan herbal dalam dunia kedokteran. Untuk itu maka keduanya berencana untuk mengadakan penelitian bersama mengenai penggunaan obat-obatan herbal dalam pengobatan beberapa penyakit.

 

Dalam kunjungan ke USMBA, Delegasi juga akan menghadiri Seminar Internasional tentang pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Dalam Kunjungan ke Maroko ini, selain berkunjung ke USMBA di Kota Fes, Delegasi juga akan mengunjungi Universitas Caddi Ayyad di Kota Marakech dan Universitas Al Akhawayn di Kota Ifrane untuk membicarakan bentuk kerjasama yang akan dilakuakan. Saat di Universitas Al Akhawayn Delegasi akan menjadi tamu dalam acara Wisuda yang akan diselenggarakan Universitas tersebut pada hari sabtu (18/6).

 

Widiyanto menuturkan bahwa program Twin University yang sudah dilakukan antara Unissula dengan USMBA ini menitikberatkan pada kerjasama strategis antara keduabelah pihak antara lain meliputi antara pertukaran pengalaman antar lembaga pendidikan, menumbuhkan tradisi dialog dan diskusi, riset dan pengembangan baik untuk mahasiswa dan dosen, penerbitan jurnal penelitian bersama, perluasan kapasitas dan kualitas koleksi perpustakaan dan dirintisnya perpustakaan elektronik secara bersama dan kerjasama lain yang lebih luas dalam upayanya membangun masyarakat generasi khaira ummah. Kedepannya di Maroko diharapakan kerjasama ini tidak hanya dengan USMBA saja tetapi juga dengan beberapa Universitas yang lain seperti Universitas Al Akhawayn di Kota Ifrane, Universitas Moulya Ismail di kota Meknes dan Universitas Caddi Ayyad di Kota Marakech.

 

“Untuk awal ini baru Fakultas Kedokteran yang berangkat untuk melakukan studi banding pembelajaran dan penyamaan kurikulum, kedepannya beberapa fakultas di Unissula juga akan berangkat untuk melakukan hal yang sama guna memantapkan dan menindaklanjuti Twin University dengan USMBA”, kata Kepala Badan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Unissula Prof. Imam Wahyudi

 

Rektor Unissula, Prof. Laode M Kamaluddin menambahkan dipilihnya Universitas yang ada di Maroko karena Unissula memandang bahwa Umat Islam harus mempunyai sikap atas “gelombang arus barat” yang telah di klaim dan melekat sebagai kiblat peradaban dunia, yaitu dengan merekonstruksi peradaban Islam. Hasil dari penelusuran catatan sejarah Unissula  membuat terbosan baru dalam memandang arus utama peradaban dunia dan Maroko adalah jawabannya. Oleh karena itu kerjasama dibidang pendidikan dengan Universitas di Maroko sangatlah penting dilakukan untuk membangkitkan lagi peradaban islam khususnya dibidang pendidikan untuk melahirkan para generasi khaira ummah.

Related News