Menu 

Tarbiyah Unissula Buka Rahasia Guru Berprestasi

Monday, June 4th, 2018 | Dilihat : 27 kali
(25) Guru berprestasi

Gambar : Hery Nugroho SpdI MSI MSi berbagi tips menjadi guru sukses

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula menyelenggarakan seminar nasional betajuk “Kiat Sukses menjadi Guru PAI Berprestasi” di GKB lt 10 (25/5).

seminar menghadirkan pembicara Hery Nugroho SpdI MSI Msi yang merupakan Juara I Apresiasi Guru PAI tingkat nasional tahun 2015 dan peraih progam short courses di Oxford University 2014.

Dalam pemaparannya, ia mengatakan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Selama menjalankan tugasnya, seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, religius, leadeship. “Guru berkewajiban meningkatkan kompetensinya di bidang akademik maupun non-akademik.”

Selain kewajiban yang harus dilakukan seorang guru, juga harus mengetahui hak guru bahwa guru berhak mendapatkan pelatihan, penghargaan, jaminan kesejahteraan, dan memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum. “Saat ini sudah ada pogram sertifikasi guru yang cukup meningkatkan kesejahteraan guru.” Ungkapnya.

Kepada audiens, Hery membagi tips untuk menjadi guru berprestasi.  Menurutnya, setidaknya ada 9 kiat menjadi guru PAI berprestasi, di antaranya adalah niat yang lurus. “Pertama kali harus meluruskan niat, menjadi guru itu harus sepenuh hati, rela menghadirkan fisik dan psikis disana, fokus pada apa profesi yang digeluti, sehingga profesi guru menjadi profesi yang utama, bukan sampingan, atau punya banyak sampingan lain.” Lalu yang kedua adalah terus menggali potensi diri, misalnya dengan mengikuti berbagai kompetisi ataupun studi lanjut. “Menjadi guru adalah menjadi pembelajar, jangan minder. Seorang guru pun harus melek infomasi, memperluas jaringan dengan organisasi profesi, dan jangan sampai terjebak pada rutinitas. Dan yang terpenting adalah istiqomah dan doa.” Jelasnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak cepat puas dengan kondisi yang ada, “Salah satu skill yang harus dimiliki guru abad 21 adalah 4C, yakni critical thinking, creative, communication, collaboration. Selain itu, skill menulis dan bahasa asing pun tidak kalah penting.” imbuhnya.

 

Related News