Menu 

Rektor Unissula sampaikan Orasi Ilmiah di Manila, Philippines.

Monday, November 27th, 2017 | Dilihat : 63 kali

Asian University Presidents Forum

Manila 22 November 2017,  Asian University Presidents Forum (AUPF) atau Forum Rektor Asia menggelar forum tahunan yang ke 16 di Manila.  Forum ini merupakan ajang bergengsi dimana para pimpinan perguruan tinggi di Asia berdiskusi dan mencurahkan pemikiran dalam rangka kemajuan Asia terutama dalam bidang pendidikan tinggi. Dengan tema, Innovations and Foresight: Solusi Pendidikan untuk Dunia yang Lebih Baik, Rektor Philippine Normal University sebagai tuan rumah dari kegiatan bergengsi ini menyampaikan bahwa AUPF merupakan kesempatan besar untuk belajar dan berdiskusi karena dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi baik swasta dan Negri di kawasan Asia.  Tema-tema yang akan di didiskusikan pada AUPF 2017 antara lain Solusi Teknologi; Solusi Belajar Mengajar; dan Tata Kelola dan Kebijakan.

UNISSULA merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi anggota AUPF sejak 2012, secara aktif berkontribusi  pada kemajuan pendidikan tinggi di Asia. Pada Pertemuan AUPF 2017, kembali UNISSULA memberikan kontribusi pemikiran yang di sampaikan langsung oleh Rektor UNISSULA Anis Malik Thoha,Lc, MA, Ph.D. Anis menyampaikan Orasi Ilmiah tentang diskursus hubungan sains dan agama dalam paradigm pendidikan Islam.

Anis mengusulkan solusi alternatif permasalahan dalam dalam mengatasi su liberaisme dan sekularisme  pada pendidikan modern dengan menawarkan paradigma Islam.  Paradigma ini merupakan alternatif yang andal, terutama bagi umat Islam yang dengan jelas menunjukkan hal yang baru, secara epistemologis dan praktis, dibandingkan dengan paradigma lain yang diajukan.

Paradigma “islamisasi” mampu menegaskan dirinya sendiri tanpa harus menimbulkan masalah konseptual atau praktis yang tidak perlu. Selain itu, menurut Anis,  dalam paradigma “islamisasi”, proses “integrasi” secara otomatis diakomodasi, dan bukan sebaliknya.

Pertemuan AUPF 2017 ini dihadiri sekitar 300 participant,  86 Universitas di kawasan Asia dari 12 negara. Selain menyampaikan berbagai pemikiran dan tawaran solusi pada permasalahan pendidikan tinggi di Asia dan dunia, kesempatan ini juga di pakai untuk membangun jejaring kerjasama dan memperkuat hubungan perguruan tinggi di Asia.

Related News